Update 03:51 date 20/08/2018
POLITIK | 20 Jul, 2018 | 16:50

AHY sebut parpol punya hak bertanya apa yang didapat kepada koalisi

Agus Yudhoyono. ©2018 Merdeka.com Merdeka.com – Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan membangun koalisi harus memikirkan kesamaan visi misi. Selain itu, harus ada saling menghormati. “Tentu kita ingin berkoalisi dengan mempunyai kesamaan visi misi, rasa saling melengkapi, rasa saling menghormati. Itu idealnya,” ucap AHY di Jakarta, Jumat (20/7/2018). Namun, […]

Agus Yudhoyono. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com – Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan membangun koalisi harus memikirkan kesamaan visi misi. Selain itu, harus ada saling menghormati.

“Tentu kita ingin berkoalisi dengan mempunyai kesamaan visi misi, rasa saling melengkapi, rasa saling menghormati. Itu idealnya,” ucap AHY di Jakarta, Jumat (20/7/2018).

Namun, menurut dia, dalam politik, tidak hanya dilihat dari aspek ideal, tetapi juga pragmatis. Karena itu, wajar ada yang bertanya mendapatkan peran apa.

“Tentu setiap partai politik memiliki hak untuk bertanya, siapa mendapatkan peran apa, kita berkoalisi. Kami akan terus menanyakan itu,” ungkapnya.

Meski demikian, dia menegaskan, bukan secara spesifik atau kuantitasnya. Tapi peran apa yang diberikan untuk membangun bangsa ini ke depan.

“Tapi tidak harus mengatakan jabatan secara spesifik, kuantitas, tetapi bagi kami peran yang bisa membawa perubahan dan seterusnya,” tukasnya.

Dia pun menjelaskan, dirinya terus melakukan komunikasi politik dengan sejumlah tokoh politik tanpa diketahui media atau dibalik layar.

“Saya sendiri aktif terlibat langsung, terlibat melakukan komunikasi politik dengan pihak dan tokoh, banyak sekali, dibalik layar, tanpa muncul di media,” kata AHY.

Walaupun dia tidak menyebut siapa saja tokoh yang ditemuinya. Namun dirinya mengatakan tujuannya menemui para tokoh itu untuk membangun sebuah hubungan batin.

AHY menuturkan, secara rasional, serta setinggi-tingginya elektabilitas seorang politisi, peluangnya maju dalam Pilpres sangat tergantung dengan fakta apakah yang bersangkutan memiliki tiket. Syarat ambang batas pencalonan Presiden sebesar 20 persen, menurutnya, tidak memberikan banyak ruang bagi munculnya kandidat alternatif.

“Itulah kenapa elite politik, tokoh politik, membangun komunikasi. Kita lakukan komunikasi politik dengan semua elemen,” pungkasnya. [ded]

https://www.merdeka.com/politik/ahy-sebut-parpol-punya-hak-bertanya-apa-yang-didapat-kepada-koalisi.html
® Selamat datang ke Saluran. Berita Terkini/ Maklumat yang dikemukakan di sini diambil dari sumber yang boleh dipertanggungjawabkan
KOMEN ANDA