Update 17:05 date 19/07/2018
BERITA | 12 Jul, 2018 | 13:08

Anggota Komisi X Minta Insiden Bendera untuk Zohri Jadi Pelajaran

Lalu Zohri (tengah)/Foto: Dok Jakarta – Insiden bendera yang tak tersedia mewarnai perayaan kemenangan Lalu Muhammad Zohri di cabang lari Kejuaraan Dunia Atletik U-20. Anggota Komisi X DPR yang membidangi olahraga, Ferdiansyah menyayangkan insiden itu. “Ya mungkin (kemenangan Zohri) di luar dugaan tapi menjadi pelajaran ke depan seharusnya membawa bendera Merah Putih dan lagu. Memang […]

Anggota Komisi X Minta Insiden Bendera untuk Zohri Jadi PelajaranLalu Zohri (tengah)/Foto: Dok

Jakarta – Insiden bendera yang tak tersedia mewarnai perayaan kemenangan Lalu Muhammad Zohri di cabang lari Kejuaraan Dunia Atletik U-20. Anggota Komisi X DPR yang membidangi olahraga, Ferdiansyah menyayangkan insiden itu.

“Ya mungkin (kemenangan Zohri) di luar dugaan tapi menjadi pelajaran ke depan seharusnya membawa bendera Merah Putih dan lagu. Memang di luar dugaan. Itu jadi pelajaran,” kata Ferdiansyah Kamis (12/7/2018).

Ferdiansyah meminta, ke depan, keberangkatan tim Indonesia ke kejuaraan dunia harus disertai seperangkat lagu kebangsaan dan bendera Merah Putih. Dia meminta tim Indonesia lebih optimis ke depan.

“Ke depan harus dipersiapkan ya. Peluang kita kecil, tapi semua harus sudah siap, dipakai atau tidak dipakai ya,” saran anggota Fraksi Golkar itu.

Kritik serupa juga datang dari rekan Ferdiansyah di Komisi Olahraga DPR itu. Anang Hermansyah mengatakan, Indonesia harus optimis karena ini zaman Indonesia juara dunia.

“Sudah zamannya Indonesia mendunia!” kata Anang mengkritik tim yang tak menduga Lalu bakal juara.

Memang, Lewat Duta Besar Indonesia di Finlandia, Wiwiek Setyawati Firman, salah satu pelatih Lalu menjelaskan permasalahan bendera itu karena tim tak menyiapkan bendera. Tim tidak menduga bakal muncul juara dari ajang tersebut.

Kembali ke Lalu Zohri. Lalu Zohri keluar sebagai jawara dunia di Finlandia dengan torehan waktu 10,18 detik untuk nomor lari 100 meter. Atlet berusia 18 tahun itu mengalahkan dua pelari Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison, yang sama-sama mencatat waktu 10,22 detik.

Ada hal yang dipertanyakan saat Lalu berhasil mencapai finis. Tidak seperti pelari lainnya langsung mengalungkan bendera negara untuk merayakan hasil, Lalu berlari dan sujud begitu saja tanpa bendera.

Kemudian saat sesi foto, Lalu diajak dua pelari lainnya dengan menggunakan bendera Amerika Serikat. Foto itupun beredar dan beberapa pihak berspekulasi bahwa di kejuaraan tersebut tidak ada bendera Indonesia.

Bagi Anang, prestasi Zohri menunjukkan kemampuan warga Indonesia dapat diadu dengan warga dunia lainnya.

Anang meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk memberikan apresiasi secara konkret untuk Zohri agar dapat memacu prestasi Zohri dan pemuda Indonesia lainnya untuk berprestasi di bidangnya masing-masing.

“Saya mengusulkan agar Kemenpora memberikan apresiasi kepada Zohri, misalnya memberikan beasiswa pendidikan untuk menunjang prestasinya termasuk diangkat sebagai PNS,” usul Anang.

Lebih lanjut Anang mengatakan prestasi Zohri ini dapat dijadikan pemicu bagi bangsa Indonesia untuk meningkatkan daya saing di berbagai bidang. Menurut dia, prestasi Zohri dapat menjadi penyemangat bagi atlet Indonesia dalam menghadapi Asian Games 2018.

“Spirit Zohri dapat menjadi pemicu prestasi atlet kita untuk menghadapi Asian Games yang tak lama lagi kita gelar,” tambah Anang.
(gbr/fjp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

https://news.detik.com/berita/d-4112033/anggota-komisi-x-minta-insiden-bendera-untuk-zohri-jadi-pelajaran
® Selamat datang ke Saluran. Berita Terkini/ Maklumat yang dikemukakan di sini diambil dari sumber yang boleh dipertanggungjawabkan
Tag Berkaitan:
KOMEN ANDA