Update 00:06 date 23/07/2018
BERITA | 06 Jul, 2018 | 04:56

Banjir dan Longsor Terjang Camp Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Foto: Dok. ACT Jakarta – Hujan yang luar biasa lebat telah menyapu pemukiman pengungsi Rohingya di distrik Cox’s Bazar akhir pekan ini. Bahkan hujan deras dan angin kencang pada 4 Juli kemarin mencapai kecepatan 70 km/jam. Karena bencana tersebut, Aksi Cepat Tanggap (ACT) melalui para relawan mitranya di Bangladesh akan memberikan perhatian kepada para pengungsi. […]

Banjir dan Longsor Terjang Camp Pengungsi Rohingya di BangladeshFoto: Dok. ACT

Jakarta – Hujan yang luar biasa lebat telah menyapu pemukiman pengungsi Rohingya di distrik Cox’s Bazar akhir pekan ini. Bahkan hujan deras dan angin kencang pada 4 Juli kemarin mencapai kecepatan 70 km/jam.

Karena bencana tersebut, Aksi Cepat Tanggap (ACT) melalui para relawan mitranya di Bangladesh akan memberikan perhatian kepada para pengungsi.

“Kami disana sudah bertahun-tahun melakukan pendampingan,” ujar Vice President ACT Bidang Komunikasi, Iqbal Setyarso, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/7/2018).

Iqbal pun menceritakan, dari bencana tersebut, sedikitnya ada 89 insiden yang dilaporkan, termasuk 37 insiden longsor yang menyebabkan puluhan orang cedera dan seorang anak meninggal dunia.

Selain itu, ia juga menyampaikan sekitar 11.000 orang menjadi korban dari banjir akibat hujan deras itu sehingga hampir 2.500 keluarga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Sebelumnya, ungkap Iqbal, sejak Mei hingga Juli hujan memang telah mengguyur distrik Cox’s Bazar hampir terus-menerus terutama pada 11 sampai 21 Juni. Hujan deras juga mengguyur daerah seperti Ukhia dan Teknaf hingga menghancurkan beberapa fasilitas seperti jembatan, gorong-gorong, saluran drainase, sanitasi hingga akses jalan dan fasilitas lainnya.

Banjir dan Longsor Terjang Camp Pengungsi Rohingya di BangladeshFoto: Dok. ACT

“Hingga saat ini dibutuhkan perbaikan fasilitas dan tempat tinggal untuk puluhan ribu pengungsi yang terdampak rentetan bencana,” ungkap Iqbal.

Dia mengungkapkan, menurut Data Badan Meteorologi Bangladesh, hampir 537 milimeter hujan telah jatuh di wilayah Cox’s Bazar dalam beberapa hari. Ini setara dengan dua pertiga dari rata-rata curah hujan di negara bagian Bangladesh ini selama bulan Juni.

Selain itu, menurutnya, sejak Mei 2018 ada 33.220 jiwa yang menjadi korban dari hujan yang menyebabkan banjir dan longsor di beberapa titik tersebut. Bahkan lebih dari 10 ribu di antaranya adalah anak-anak, khususnya para pengungsi Rohingya di daerah Cox’s Bazar.

Tidak hanya itu, Iqbal pun menuturkan bahwa 4.259 di antara para pengungsi Rohingya tersebut terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman dari daerah bencana. Sebab bencana beberapa kali terjadi pasca hujan lebat sejak Mei hingga awal Juli. Bahkan tercatat ada 188 titik longsor, 128 kerusakan akibat angin dan badai, 26 titik banjir, 6 titik kebakaran, serta 24 titik genangan air.

Banjir dan Longsor Terjang Camp Pengungsi Rohingya di BangladeshFoto: Dok. ACT

(idr/idr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

https://news.detik.com/berita/d-4101217/banjir-dan-longsor-terjang-camp-pengungsi-rohingya-di-bangladesh
® Selamat datang ke Saluran. Berita Terkini/ Maklumat yang dikemukakan di sini diambil dari sumber yang boleh dipertanggungjawabkan
Tag Berkaitan:
KOMEN ANDA