Banjir Wasior Tewaskan 29 Orang. Banjir kembali terjadi di tanah air kita, kali ini di Papua Barat hari Senin lalu (4/10). Bencana tersebut dikabarkan menelan 29 jiwa, dan 103 hilang. Jumlah korban tersebut dikemukakan oleh Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenkes drg Tritarayati, SH dalam rilisnya pada detik hari Selasa lalu.
Perincian korban yang dievakuasi ke RSUD Kabupaten Nabire adalah sebagai berikut:
5 orang patah tulang
11 orang luka-luka
60 lainnya dirujuk ke rumah sakit
Menurut laporan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Prof Dr Tjandra Yoga Aditama, Sp.P (K), bencana tersebut juga menghanyutkan staf Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di Kantor Wilayah Kerja (wilker) KKP Wondama sampai ke laut. Saat ini korban selamat, sementara kantor dan peralatan hanyut terbawa air.
Sementara itu, jarak waktu tempuh menuju tempat bencana dilaporkan dari Manokwari 1 jam dengan pesawat, 8 jam dengan kapal laut milik Pelni, dan 16 jam dengan kapal pelayaran rakyat.
Banjir bandang juga mengakibatkan kerusakan fasilitas kesehatan antara lain
Puskesmas Distrik Wasior. Mess dokter serta perawat rusak berat. Rumah dinas dan paramedis rusak ringan dan juga rumah Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Teluk Wondama rusak.
Tri menambahkan, Kemenkes hari ini juga mengirim 5 orang tim kesehatan untuk menangani korban banjir bandang tersebut. Tim bertugas membantu Dinkes untuk menghidupkan sistem layanan kesehatan, melakukan penilaian dan berkoordinasi dalam pemberian bantuan kepada korban.
Selain itu, Kemenkes juga mengirim kantong mayat sebanyak 100 buah, MP-ASI sebanyak 1 ton, dan obat-obatan 1 ton. Proses pengiriman berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Untuk mendukung tim kesehatan pusat, lanjut Tri, Dinkes Kabupaten Nabire juga telah menugaskan 4 tenaga dokter dan 4 perawat serta menyiapkan RSUD dan RS swasta sebagai tempat rujukan. KKP Manokwari memberangkatkan 1 dokter
dan 2 perawat, 1 sanitarian, 1 petugas logistik serta membawa tenda dan obat-obatan.
Dinkes Kabupaten Manokwari juga mengirimkan 3 dokter dan 7 perawat. Dinkes Provinsi Papua Barat sebagai Pusat Penanggulangan Krisis (PPK) sub regional Papua telah menyiapkan SDM kesehatan dan logistik. PPK regional
Berita terkait:
- Sekolah Karawang Banjir, Peserta UN Mengungsi Banjir di Karawang, Jawa Barat menyebabkan sekolah-sekolah yang mengadakan UN...
- Banjir Bandang di Aceh Timur Menyebabkan 49.401 Jiwa Mengungsi Banjir bandang melanda Aceh Timur, pukul 02.15 WIB, Minggu (22/11)....
- Foto Banjir Jakarta 2010 Foto banjir Jakarta 2010 – Banjir musiman kembali melanda ibukota...
- Banjir Karawang 2010 Ketinggian Air Terus Meningkat Banjir Karawang 2010 ini, ketinggian air terus meningkat di sejumlah...
- Banjir Jakarta 13 Februari 2010 Banjir Jakarta 13 Februari 2010 – Banjir kembali diprediksi menimpa...
- Informasi Korban Gempa Tasikmalaya Informasi Korban Gempa Tasikmalaya. Gempa yang terjadi pada, Rabu (2/9/09)...
- Orang Aneh Didunia Keliling Eropa Orang aneh didunia, Khagendra Thapa Magar yang didaulat sebagai pria...
- Masjid Ambruk di Maroko Saat Sholat Jumat-36 Orang Tewas Sekitar 36 orang dikabarkan tewas dalam insiden ambruknya sebuah masjid...
- Penculik Anak di Semarang Meresahkan Masyarakat Penculik anak kembali meresahkan masyarakat. Kasus penculikan anak yang terjadi...
- Korban Gempa Sumatera Barat Korban Gempa Sumatera Barat, khususnya yang meninggal akibat gempa tektonik...