Update 08:11 date 17/08/2018
POLITIK | 06 Aug, 2018 | 12:12

Bela Jokowi soal pidato berantem, Wapres JK sebut 'Kalau diserang, pertahankan diri'

Jokowi JK dan Anies menari poco-poco di Monas. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho Merdeka.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai wajar pidato Presiden Joko Widodo kepada para relawannya untuk ‘berani berantem’. “Kan, Pak Jokowi tidak mengatakan ‘hantam’, itu cuma mempertahankan diri, jadi wajar saja,” kata Wapres Jusuf Kalla usai menghadiri Rapat Pleno Dewan Pertimbangan Majelis Ulama […]

Jokowi JK dan Anies menari poco-poco di Monas. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai wajar pidato Presiden Joko Widodo kepada para relawannya untuk ‘berani berantem’.

“Kan, Pak Jokowi tidak mengatakan ‘hantam’, itu cuma mempertahankan diri, jadi wajar saja,” kata Wapres Jusuf Kalla usai menghadiri Rapat Pleno Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Senin.

Dilansir Antara, Wapres JK menilai ungkapan Presiden Jokowi dalam pidatonya bermaksud mengajak para relawannya membela diri apabila ada tindakan reaktif dari kubu lawan terkait pilihan politik mereka.

“Artinya, kalau Anda diserang kan mesti mempertahankan diri. Masak diserang saja tidak mau mempertahankan diri, itu hukum membela diri,” jelasnya.

Sebelumnya diketahui, Jokowi mengatakan para relawan untuk berkampanye dengan cara baik. Namun, dia juga meminta untuk tidak takut apabila ada yang mengajak berantem.

“Jangan bangun permusuhan, jangan membangun ujaran kebencian, jangan membangun fitnah fitnah, tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang. Tapi, kalau diajak berantem juga berani,” kata Jokowi dalam pidatonya.

Mendengar pidato tersebut, para relawan langsung bersorak. Jokowi bahkan membiarkan para relawan untuk bersorak sekitar 10 detik. Setelah berhenti sejenak, dia kembali menyampaikan pesannya ke para relawan.

Setelah pidatonya menuai polemik, Presiden Jokowi memberi penjelasan. Dia menilai pernyataannya di hadapan relawan tidak dipahami secara utuh. Dia meminta kepada siapa saja yang melempar kritik untuk mendengar kembali ucapannya dari awal hingga akhir.

“Coba dirunut dari atas, jangan diambil sepotongnya saja, nanti enak yang komentari kalau seperti itu. Dilihat secara keseluruhan, konteksnya kan kelihatan,” kata Jokowi di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Senin (6/8).

Dalam Rapat Umum Relawan Jokowi di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (5/8), mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyampaikan kepada relawan supaya tidak mencari musuh dalam berkampanye, tapi siap melawan jika diajak berantem.

“Siapa yang ngomong? Ditonton yang komplet dong. Saya kan sampaikan aset terbesar kita adalah persatuan, kerukunan. Oleh sebab itu jangan sampai membangun kebencian, saling mencela, saling menjelekkan, saya sampaikan itu,” tambahnya. [noe]

https://www.merdeka.com/politik/bela-jokowi-soal-pidato-berantem-wapres-jk-sebut-kalau-diserang-pertahankan-diri.html
® Selamat datang ke Saluran. Berita Terkini/ Maklumat yang dikemukakan di sini diambil dari sumber yang boleh dipertanggungjawabkan
KOMEN ANDA