Update 21:33 date 15/08/2018
POLITIK | 10 Jul, 2018 | 12:40

Demokrat sebut duet Cak Imin-AHY muncul sejak lama, disuarakan relawan PKB

AHY bertemu Tuan Guru Babussalam Syekh Hasyim Al Syarwani. ©2018 Merdeka.com Merdeka.com – Partai Demokrat sampai saat ini belum menentukan arah koalisi Pilpres 2019. Demokrat masih berupaya membentuk poros ketiga yang akan bertarung melawan capres Jokowi dan Prabowo. Belakangan muncul wacana duet Muhaimin Iskandar-Agus Harimurti Yudhoyono atau Cak Imin-AHY. Ketua DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean […]

AHY bertemu Tuan Guru Babussalam Syekh Hasyim Al Syarwani. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com – Partai Demokrat sampai saat ini belum menentukan arah koalisi Pilpres 2019. Demokrat masih berupaya membentuk poros ketiga yang akan bertarung melawan capres Jokowi dan Prabowo. Belakangan muncul wacana duet Muhaimin Iskandar-Agus Harimurti Yudhoyono atau Cak Imin-AHY.

Ketua DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengungkapkan opsi Cak Imin-AHY telah muncul sejak lama. Bahkan duet itu disuarakan kader PKB di tingkat bawah.

“Jadi Cak Imin-AHY dari awal justru muncul dari PKB sendiri bahwa relawannya muncul dulu dengan ACI (AHY-Cak Imin) atau CIA (Cak Imin-AHY) kalau enggak salah. Memang itu justru muncul dari PKB,” jelasnya di DPP Partai Demokrat Wisma Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (10/7).

Dalam waktu dekat, pihaknya akan berkomunikasi dengan PKB untuk melihat peluang kemungkinan membangun koalisi. Tak hanya dengan PKB, menjelang pendaftaran capres-cawapres, partainya akan semakin intens berkomunikasi dengan parpol lainnya yang memiliki peluang bergabung dengan poros ketiga

“Salah satunya dengan PKB. Kita punya peluang bersama-sama karena kita punya sejarah bersama-sama. Sehingga sangat mungkin juga bersama-sama nanti,” jelasnya.

“Jadi semua ini kita lihat lah apakah Cak Imin-AHY atau AHY-Cak Imin. Siapapun nanti kalau koalisinya terbentuk, mudah-mudahan bisa mengerucut ke nama-nama yang potensial untuk bertanding. Jadi tidak asal bertanding karena kita bertanding ingin menang, bukan sekadar ingin berlari-lari di lapangan,” lanjutnya.

Jika kemudian ada tawaran dari Gerindra untuk menarik AHY jadi cawapres Prabowo, Ferdinand mengatakan partainya tak bisa serta merta menentukan pilihan. Ada syarat-syarat yang akan diajukan.

“Kami punya tolok ukur bagaimana menentukan kita akan berkoalisi. Yang pertama itu memang bagi Partai Demokrat yang kemungkinannya menang ya itu lah yang paling tinggi yang akan kita restui untuk bersama-sama dengan kita,” ujarnya.

“Kita ingin mencetak gol dan menang. Intinya itu,” tambahnya.

Ferdinand mengatakan kader Demokrat menginginkan agar dibuka poros baru. Walaupun opsi bergabung dengan koalisi Jokowi atau Prabowo juga masih memungkinkan. Saat ini majelis tinggi partai sedang intens membahas arah koalisi parpol.

“Tadi malam sudah dilakukan persidangan tahap awal. Nanti akan terus melakukan sidang untuk menentukan sikap,” ujarnya.

Sidang tahap awal membahas tiga kemungkinan dan segala pertimbangannya yaitu bergabung dengan kubu Jokowi, berkoalisi dengan Gerindra dan PKS mengusung Prabowo, dan terakhir membentuk poros ketiga. Beberapa prinsip yang menjadi pegangan Demokrat dalam memilih koalisi yaitu penentuan capres dan cawapres atas kesepakatan bersama, ada keseteraan dan saling menghargai antar anggota koalisi, dan visi misi koalisi harus dibahas bersama.

“Kalau tiga ini tidak kami dapat tentu agak sulit bagi kami mendukung. Ini jadi sampai sekarang yang belum kami dapatkan. Kemarin ada komunikasi dengan Gerindra, memberikan kesan semua ini opsi terbuka. Ayo sama sama bahas. Meskipun demikian, kami tidak ingin terburu-buru menentukan sikap. Kita bahas dulu,” tandasnya. [bal]

https://www.merdeka.com/politik/demokrat-sebut-duet-cak-imin-ahy-muncul-sejak-lama-disuarakan-relawan-pkb.html
® Selamat datang ke Saluran. Berita Terkini/ Maklumat yang dikemukakan di sini diambil dari sumber yang boleh dipertanggungjawabkan
KOMEN ANDA