Update 06:06 date 23/07/2018
POLITIK | 13 Jul, 2018 | 02:28

Dideportasi dari Jerman, Pemohon Suaka Afghanistan Gantung Diri

Foto: Getty Images/AFP/W Koshar Kabul – Seorang pria Afghanistan yang dideportasi dari Jerman ditemukan tewas gantung diri di sebuah kamar hotel di Kabul. Kasus ini menyulut kembali debat politik deportasi di Jerman. Seorang pencari suaka Afghanistan yang ditolak oleh Jerman dan dideportasi ke Afghanistan ditemukan tewas hari Selasa (10/7) di sebuah hotel di Kabul. Organisasi […]

Dideportasi dari Jerman, Pemohon Suaka Afghanistan Gantung DiriFoto: Getty Images/AFP/W Koshar

Kabul – Seorang pria Afghanistan yang dideportasi dari Jerman ditemukan tewas gantung diri di sebuah kamar hotel di Kabul. Kasus ini menyulut kembali debat politik deportasi di Jerman.

Seorang pencari suaka Afghanistan yang ditolak oleh Jerman dan dideportasi ke Afghanistan ditemukan tewas hari Selasa (10/7) di sebuah hotel di Kabul. Organisasi Internasional untuk Migrasi IOM mengatakan, pria berusia 23 tahun itu menginap di hotel yang digunakan IOM sebagai akomodasi sementara untuk orang-orang yang dideportasi.

“Kami dapat memberi konfirmasi bahwa seorang warga Afghanistan berusia 23 tahun, yang dideportasi ke Afghanistan 4 Juli 2018 bersama dengan 68 warga Afghanistan lainnya , melakukan bunuh diri hari Selasa,” kata pekerja IOM Masood Ahmadi kepada DW.

Pria itu belum diidentifikasi oleh pejabat berwenang karena sedang menunggu untuk melakukan perjalanan ke Provinsi Herat barat, lanjut Ahmadi. Investigasi resmi atas insiden itu kini sedang berlangsung.

IOM menyediakan akomodasi sementara untuk warga Afghanistan yang dideportasi dan membantu mereka melakukan perjalanan ke provinsi lain jika mereka memilih untuk tidak tinggal di Kabul. Hashimi mengatakan, IOM hanya menyediakan akomodasi untuk 15 hari. Setelah itu, mereka harus pergi.

Gantung diri

Mirwis Hashimi, orang lain yang dideportasi dari Jerman yang kini tinggal di hotel yang sama mengatakan, pria itu gantung diri. “Seluruh gedung berbau busuk. Polisi dipanggil. Ketika kami naik ke atas, kami melihat dia gantung diri,” kata Hashimi kepada DW.

“Badannya bengkak dan berbau busuk. Kondisinya sangat buruk,” tambahnya.

Tahun 2016, pemerintah Jerman menandatangani kesepakatan dengan pemerintah di Kabul untuk memulangkan warga Afghanistan yang ditolak permohonan suakanya. Jerman mulai melakukan deportasi bulan Desember 2016. Sejak itu, ratusan pengungsi dikirim pulang. Sejak Januari tahun ini saja, sudah 148 warga Afghanistan dideportasi ke negaranya.

Pihak berwenang di kota Hamburg, Jerman, tempat pencari suaka Afghanistan itu tinggal sebelum dideportasi, mengatakan bahwa pria itu pernah dihukum karena pencurian, tindakan melukai orang, melawan aparat penegak hukum dan pelanggaran narkotika. Dia juga dituduh melakukan perampokan, kata seorang pegawai kota Hamburg kepada kantor berita Jerman, DPA.

Deportasi ke Afghanistan memalukan

Organisasi bantuan dan kalangan oposisi mengkritik kebijakan pemerintahan Merkel melakukan deportasi ke Afghanistan. Mereka mengatakan, situasi di Afghanistan belum aman dan sulit mendeportasi orang ke sana tanpa tanpa langkah-langkah yang tepat untuk mendukung kehidupan mereka.

“Ini tindakan memalukan, bahwa Jerman bahkan mendeportasi warga Afghanistan yang telah tinggal di Jerman selama bertahun-tahun. Dikembalikan kepada pemerintah di Afghanistan yang sudah terbebani dengan orang-orang yang kembali dari Iran dan Pakistan,” kata organisasi bantuan pengungsi Jerman, Pro Asyl.

Pemerintah Jerman bersikeras, sudah ada zona aman di Afghanistan, sehingga orang bisa dideportasi kembali ke sana. Antara lain kota seperti Herat, Kabul, dan Balk termasuk dalam zona yang dianggap aman. Namun para pengkritik mengatakan, situasi di lapangan jauh berbeda dari gambaran para politisi di Berlin. Sehingga mereka yang dideportasi sering tidak punya pilihan lain, selain mencari jalan untuk kembali meninggalkan negaranya dan mengungsi.

Menurut data yang dirilis pemerintah AS, Taliban masih menguasai 14 persen dari distrik Afghanistan, sedangkan 30 persen lebih masih diperebutkan antara gerilyawan dan pasukan keamanan Afghanistan.

Masood Saifullah/hp/rn (dw, dpa)


(nvc/nvc)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

https://news.detik.com/dw/d-4112431/dideportasi-dari-jerman-pemohon-suaka-afghanistan-gantung-diri
® Selamat datang ke Saluran. Berita Terkini/ Maklumat yang dikemukakan di sini diambil dari sumber yang boleh dipertanggungjawabkan
KOMEN ANDA