Update 14:22 date 18/09/2018
DUNIA | 14 Sep, 2018 | 15:40

Dua dari lima kasus bunuh diri wanita di dunia terjadi di India

Ilustrasi upacara kedewasaan perempuan di India. ©YouTube/Runthy Photo & Video Studio Merdeka.com – Hasil penelitian di jurnal Lacet menyatakan dua dari setiap lima kasus wanita bunuh diri di dunia, terjadi di India. Hasil penelitian itu mengatakan bahwa tingkat bunuh diri di Negeri Hindustan merupakan akibat dari krisis kesehatan masyarakat. Meski angka kematian wanita India yang […]

Ilustrasi upacara kedewasaan perempuan di India. ©YouTube/Runthy Photo & Video Studio

Merdeka.com – Hasil penelitian di jurnal Lacet menyatakan dua dari setiap lima kasus wanita bunuh diri di dunia, terjadi di India. Hasil penelitian itu mengatakan bahwa tingkat bunuh diri di Negeri Hindustan merupakan akibat dari krisis kesehatan masyarakat.

Meski angka kematian wanita India yang meninggal karena bunuh diri telah menurun sejak 1990, tetapi hal itu tidak secepat di tempat lain di dunia. Bahkan saat ini, isu terkait mewakili 36,6 persen dari total tingkat mortalitas wanita global, tulis laporan di jurnal medis asal Inggris tersebut.

Dikutip dari The Guardian pada Jumat (14/9), wanita India yang meninggal karena bunuh diri lebih cenderung berasal dari mereka yang berstatus menikah, berasal dari negara bagian yang lebih maju dan, dengan selisih besar, berusia di bawah 35 tahun.

“Ini menunjukkan bahwa wanita di India berada dalam masalah serius,” kata Poonam Muttreja, Direktur Eksekutif dari Population Foundation of India, sebuah kelompok pemerhati kesehatan masyarakat.

Dia dan para spesialis lainnya menyalahkan kecenderungan pada pernikahan dini –seperlima wanita India masih menikah sebelum usia 15 tahun– bersama dengan kekerasan rumah tangga, dan gejala lain terkait budaya patriarkal yang masih tertanam kuat.

Penelitian terkait juga menyebut bahwa tingkat bunuh diri di kalangan wanita India tiga kali lebih tinggi dari negara dengan geografi dan indikator sosial ekonomi serupa.

“Norma sosial kami sangat regresif,” kata Muttreja. “Di desa, seorang gadis disebut sebagai putri ayahnya, lalu dia adalah istri suaminya, dan ketika dia memiliki seorang putra, dia adalah ibu putranya.”

Muttreja mengatakan penelitian yang dilakukan oleh organisasinya telah menunjukkan bahwa 62 persen wanita yang disurvei, percaya bahwa sah-sah saja jika suami mereka melakukan pemukulan atas alasan tertentu.

Para peneliti berspekulasi hubungan antara bunuh diri dan pernikahan adalah karena beban ibu muda, status sosial yang rendah, kurangnya kemandirian finansial, dan paparan terhadap kekerasan dalam rumah tangga.

“Kematian bunuh diri yang tinggi di India adalah krisis kesehatan masyarakat, para penulis, yang sebagian besar berafiliasi dengan kelompok penelitian kesehatan masyarakat India, mengatakan.

Sekitar satu dari empat pria di dunia yang meninggal karena bunuh diri adalah orang India, kurang lebih sama dengan tahun 1990, kata studi itu.

Bunuh diri juga merupakan penyebab utama kematian bagi kaum muda dari kedua jenis kelamin tetapi lebih buruk bagi wanita.

Studi ini mencatat bahwa bunuh diri baru-baru ini telah didiskriminasi, sehingga ada kemungkinan tingkat sebenarnya bisa lebih tinggi, tetapi disembunyikan oleh keluarga dan dokter karena takut stigma, atau berurusan dengan polisi.

Reporter: Happy Ferdian Syah Utomo

Sumber: Liputan6.com [pan]

https://www.merdeka.com/dunia/dua-dari-lima-kasus-bunuh-diri-wanita-di-dunia-terjadi-di-india.html
® Selamat datang ke Saluran. Berita Terkini/ Maklumat yang dikemukakan di sini diambil dari sumber yang boleh dipertanggungjawabkan
Tag Berkaitan:
KOMEN ANDA