Update 03:52 date 20/08/2018
POLITIK | 17 Jul, 2018 | 05:38

Gus Solah nilai Mahfud MD lebih cocok jadi cawapres Jokowi ketimbang TGB

Haul Gus Dur. ©2017 merdeka.com/moch andriansyah Merdeka.com – Nama mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD disebut-sebut memiliki peluang besar menjadi cawapres Jokowi. Mantan orang kepercayaan Gus Dur itu dinilai lebih cocok jadi cawapres Jokowi ketimbang TGB Zainul Majdi. Sebabnya, Mahfud MD memiliki rekam jejak yang dapat melengkapi Jokowi, ketimbang TGB yang memiliki rekam jejak […]

Haul Gus Dur. ©2017 merdeka.com/moch andriansyah

Merdeka.com – Nama mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD disebut-sebut memiliki peluang besar menjadi cawapres Jokowi. Mantan orang kepercayaan Gus Dur itu dinilai lebih cocok jadi cawapres Jokowi ketimbang TGB Zainul Majdi.

Sebabnya, Mahfud MD memiliki rekam jejak yang dapat melengkapi Jokowi, ketimbang TGB yang memiliki rekam jejak hampir sama dengan Jokowi.

“Kalau TGB pengalamannya sebagai gubernur. Kalau Mahfud kan pengalamannya pernah sebagai menteri, sebagai ketua mahkamah konstitusi dan DPR. Jadi Mahfud lebih memahami masalah secara nasional, nah kalau TGB lebih memahami banyak masalah tapi dalam lingkup yang sempit,” kata pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, KH Salahuddin Wahid atau akrab dipanggil Gus Solah, Selasa (17/7).

Adik Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ini menambahkan, persoalan penegakan hukum juga perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintahan terpilih mendatang. Karena itu, Mahfud MD bisa lebih membantu Jokowi jika nantinya terpilih kembali pada Pilpres 2019.

“Masalah hukum menurut saya yang paling penting itu masalah penegakan hukum. Ini juga pernah saya sampaikan ke Jokowi ketika menjadi calon presiden, ada 4 masalah yang menurut saya mendapat perhatian. Yang pertama yaitu penegakan hukum termasuk korupsi, kedua reformasi birokrasi, ketiga pemerataan pembangunan dan pendidikan,” katanya.

Selain itu, menurut Gus Solah, Mahfud MD akan lebih bisa diterima umat Islam di Indonesia ketimbang TGB yang kini menjabat Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal itu jika merujuk pada mayoritas umat Islam yang sebagian besar merupakan anggota Nahdlatul Ulama (NU).

“Saya pikir Mahfud sebagai perwakilan warga NU yang dianggap menjadi mayoritas umat Islam di Indonesia. Sedangkan TGB berasal dari Nahdlatul Wathan. Secara ajaran sama, cuma secara organisasi saja yang berbeda,” katanya.

Presiden Joko Widodo mengatakan telah mengantongi sejumlah nama yang bakal menjadi calon wakil presiden untuk mendampinginya pada Pilpres 2019 mendatang. Dua di antaranya yaitu mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD dan Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB).

“Tapi harus dimengerti, ya. Kantong saya itu enggak cuma satu. Kantong luar ada, kantongan dalam ada. Kantong celana ada kanan dan kiri. Masih ada kantongan belakang juga,” jelas Jokowi usai hadir dalam Kuliah Umum Akademi Bela Negara Partai NasDem, Senin (16/7).

Kendati demikian, Jokowi menegaskan masih perlu menggodok nama-nama calon wakil presiden sebelum diumumkan ke publik. Sementara itu Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru akan membuka pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden pada 4-10 Agustus mendatang. [dan]

https://www.merdeka.com/politik/gus-solah-nilai-mahfud-md-lebih-cocok-jadi-cawapres-jokowi-ketimbang-tgb.html
® Selamat datang ke Saluran. Berita Terkini/ Maklumat yang dikemukakan di sini diambil dari sumber yang boleh dipertanggungjawabkan
KOMEN ANDA