Update 21:34 date 15/08/2018
BERITA | 17 Jul, 2018 | 05:06

Hotspot di Sumatera-Kalimantan Meningkat, KLHK Intensif Patroli

Foto: KLHK Jakarta – Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Manggala Agni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meningkatkan kewaspadaan dan intensitas pemantauan di lapangan. Hal ini dilakukan seiring dengan meningkatnya titik panas (hotspot) di Sumatera dan Kalimantan. “Cuaca yang cukup panas menjadi salah satu pemicu munculnya hotspot, namun Manggala Agni yang tergabung dalam tim […]

Hotspot di Sumatera-Kalimantan Meningkat, KLHK Intensif PatroliFoto: KLHK

Jakarta – Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Manggala Agni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meningkatkan kewaspadaan dan intensitas pemantauan di lapangan. Hal ini dilakukan seiring dengan meningkatnya titik panas (hotspot) di Sumatera dan Kalimantan.

“Cuaca yang cukup panas menjadi salah satu pemicu munculnya hotspot, namun Manggala Agni yang tergabung dalam tim patroli terpadu, segera mengecek lokasi hotspot dan melakukan langkah antisipatif”, ujar Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan,Raffles B. Panjaitan, dalam keterangan tertulisnya, (17/7/2018).

Sementara itu, hotspot juga terpantau pada Sabtu (14/7) di Dusun Darusalam, Desa Semata, Kecamatan Tangaran, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Tim patroli terpadu yang terdiri dari Manggala Agni Daops Singkawang, TNI, dan juga Polri segera meluncur untuk melakukan pengecekan di lapangan (groundcheck) pada Minggu (15/07).

Setelah menempuh jarak sekitar 39 km, tim menemukan lahan yang terbakar dengan luas sekitar 60 ha dan segera melakukan pemadaman agar api tidak meluas dengan menggunakan sumber air yang terbatas. Tidak berhenti sampai di situ, groundcheck juga dilakukan di Desa Tempapan Hulu, Kecamatan Galing.

Masih di Kalimantan Barat, Manggala Agni Daops Sintang melakukan pengecekan di Desa Bina Jaya, Kecamatan Ella Hilir, Kabupaten Melawi, juga di Dusun Mensiku Bersatu, Desa Sungai Risap Mensiku Bersatu, Kecamatan Binjai Hulu, Kabupaten Sintang, dan di Desa Bagan Asam, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau. Pada ketiga lokasi tersebut terdapat lahan bekas terbakar dengan kondisi api yang sudah padam.

Selain itu, ada juga areal bekas terbakar seluas kurang lebih 0,4 ha pada lahan pertanian masyarakat, dan di Desa Tebing Abang, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan yang ditemukan oleh Manggala Agni Daops Banyuasin beserta tim. Sebelumnya tim juga memantau hotspot di Desa Pegayut, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir.

Tak hanya itu, Manggala Agni Daops Dumai juga melakukan pemadaman di beberapa lokasi seperti di Dusun Sejati Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Sementara Manggala Agni Daops Pekanbaru melakukan pemadaman di Kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru.

Hingga Minggu (15/7) malam, pantauan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan dengan satelit NOAA terpantau ada 14 titik hotspot. Tiga di antaranya berada di Kalimantan Barat dan Aceh, dua titik di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, serta satu titik di Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Bangka Belitung.

Sementara itu, pantauan satelit TERRA AQUA mendeteksi adanya 23 hotspot. Di antaranya tiga titik di Sumatera Selatan, Aceh, dan Sumatera Utara, tujuh titik di Riau, dua titik di Kalimantan Timur, serta satu titik di Sumatera Barat, Jambi, NTB, Lampung, dan NTT.
(mul/ega)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

https://news.detik.com/berita/d-4118730/hotspot-di-sumatera-kalimantan-meningkat-klhk-intensif-patroli
® Selamat datang ke Saluran. Berita Terkini/ Maklumat yang dikemukakan di sini diambil dari sumber yang boleh dipertanggungjawabkan
Tag Berkaitan:
KOMEN ANDA