Update 19:56 date 17/08/2018
POLITIK | 04 Aug, 2018 | 03:34

Inilah Perpustakaan-Perpustakaan Terindah di Dunia

Jakarta – Sebuah buku baru merayakan perpustakaan-perpustakaan terindah di dunia, sebagian besarnya berada di Eropa. Cameron Laux melihat bagaimana perpustakaan ini menyimpan catatan sejarah dunia dari berbagai masa, bahkan selamat dari razia pada abad ke-10 serta penjarahan di abad ke-21 oleh sindikat kejahatan. Jika Anda adalah penggemar minimalisme, mungkin lebih baik Anda menutup mata. Tapi […]

Inilah Perpustakaan-Perpustakaan Terindah di Dunia

Jakarta

Sebuah buku baru merayakan perpustakaan-perpustakaan terindah di dunia, sebagian besarnya berada di Eropa. Cameron Laux melihat bagaimana perpustakaan ini menyimpan catatan sejarah dunia dari berbagai masa, bahkan selamat dari razia pada abad ke-10 serta penjarahan di abad ke-21 oleh sindikat kejahatan.

Jika Anda adalah penggemar minimalisme, mungkin lebih baik Anda menutup mata. Tapi jika Anda, seperti halnya penulis Jorge Luis Borges, mempercayai bahwa Surga adalah semacam perpustakaan, maka bersiap-siaplah, karena Anda akan dibawa ke surga dunia.

  • Karya-karya seni yang disembunyikan dari bom Nazi
  • Dante dan Komedi Ilahi: Dia memandu kita dalam tur ke neraka

Sebuah buku baru dari Taschen, Massimo Listri:The World’s Most Beautiful Libraries, menampilkan gambar-gambar yang diambil oleh Listri atas perpustakaan tertua dan terindah di dunia, dari abad pertengahan sampai institusi abad ke-19 dan koleksi pribadi serta biara. Buku ini disebut sebagai ‘kontes kecantikan bagi para bibliofil’.

Biblioteca Apostolica Vaticana (The Vatican Library), Roma, Italia

Perpustakaan Vatikan berawal pada abad ke-4 Masehi, meski bentuknya yang sekarang baru dikukuhkan pada abad ke-15.

Pada abad ke-16, Paus Sixtus V meminta arsitek Domenico Fontana membangun gedung baru yang bisa menyimpan koleksi Vatikan. Sampai sekarang gedung ini masih dipakai.

Saking mewahnya dekorasi gedung itu, sampai-sampai bentuknya menjadi semacam rentetan geometri simetris yang rumit.

Seperti kebanyakan kompleks Vatikan lainnya, perpustakaan ini menampilkan pengaruh spiritual dan duniawi yang memungkinkan Vatikan menegaskan keberadaannya sebagai sebuah negara berdaulat.

Selain berisi berbagai dokumen dari sepanjang peradaban manusia, perpustakaan ini juga menyimpan naskah Injil tertua.

Saat pustakawan di sini menyuruhmu diam, mungkin Anda harus mendengarkannya karena hanya kardinal yang bisa menjadi pustakawan di sini.

Stiftsbibliothek Kremsmnster (Perpustakaan Kremsmnster Abbey), Austria

Gereja Kremsmnster didirikan tahun 777 sebelum masehi. Gereja ini menyimpan Codex Millenarius, manuskrip Injil terkenal dari abad ke-8 yang menggambarkan Santo Lukas sebagai kerbau terbang (Matius, Markus, dan Yohanes digambarkan sebagai pria bersayap, singa, dan elang).

Terlepas dari razia pada abad ke-10, yang kerusakannya kemudian diperbaiki Kaisar Henry II, Kremsmnster selamat dari penjarahan, penghancuran, dan pengambilalihan oleh aristokrat.

Tak mengherankan, karena gereja ini terletak di atas bukit seperti sebuah benteng yang juat.

Seperti banyak perpustakaan di Eropa, Kremsmnster dibangun ulang dengan gaya Barok yang populer pada abad ke-17.

Sebagian pesar permukaannya (untungnya lantainya tidak) dihias secara rumit dengan pahatan, hiasan timbul, dan lukisan di langit-langit meski begitu, perpustakaan ini bisa dibilang lebih sederhana jika dibandingkan dengan beberapa perpustakaan indah lainnya.

Buku sebagai aset intelektual dan budaya dulu dianggap lebih berharga daripada permata, sehingga masuk akal bagi mereka untuk menyimpan dan memamerkan buku di kotak perhiasan yang indah.

Biblioteca Statale Oratoriana dei Girolamini (Perpustakaan Girolamini), Napoli, Italia

Perpustakaan Girolamini adalah bagian dari kompleks besar yang didirkan oleh ordo Oratoria.

Lorong perpustakaan ini merupakan sebuah ruang mengesankan yang terdiri dari tiga lantai yang elegan: dua tingkat lemari buku yang diukir, sementara puncaknya adalah karya plaster gaya barok serta lukisan fresco.

Volume buku yang ditampilkan di sini sangat mengesankan bahwa inilah tempat pembelajaran dan penelitian sekaligus gudang pengetahuan.

Meski koleksinya banyak, namun tempat ini sangat kuat dalam koleksi musik: ordo Oratoria percaya akan pentingnya musik dan lagu dalam perenungan keagamaan.

Girolamini adalah perpustakaan favorit bagi filsuf abad ke-18, Giambattista Vico.

Sayangnya, tempat ini juga menjadi saksi penjarahan pada abad ke-21. Tahun 2012 diketahui bahwa sebuah sindikat kejahatan secara sistematis mengambil dan menjual teks antik bernilai dari perpustakaan ini ke pasaran, meski banyak yang kini sudah ditemukan.

Kejadian ini mengingatkan bahwa warisan tulisan kemanusiaan atau seperti kata Unesco, ‘ingatan dunia’ terus-terusan mendapat serangan.

Bibliothque Sainte-Genevive (Perpustakaan Sainte-Genevive), Paris, Prancis

Meski kita tahu usia perpustakaan ini mungkin lebih tua, namun informasi soal dokumen perpustakaan ini pertama kali muncul pada 1148.

Pertama didirikan sebagai perpustakaan biara, namun perpustakaan ini selamat dari tahun-tahun kacau selama masa Revolusi Prancis (meski gereja yang merupakan bagian dari perpustakaan dibubarkan dan diubah menjadi sekolah), dan kini menjadi perpustakaan universitas Pantheon-Sorbonne, Paris 1.

Koleksi perpustakaan ini semakin berkembang dengan pembubaran institusi keagamaan lain dan dari penyitaan koleksi aristokrat.

Gereja yang baru, dibangun pada abad 18, kemudian diubah menjadi Pantheon, tempat dikuburnya orang-orang terkenal dan penting Prancis.

Perpustakaan ini dirancang arsitek Henri Labrouste dan dibuka pada 1851. Ruang bacanya yang agung lebih terkesan sebagai katedral pada Era Revolusi Industri; konstruksi rangka besi mengingatkan akan ‘katedral’ besar lain pada era itu, stasiun-stasiun kereta.

Dalam penataan modern, meja-meja untuk pembaca diletakkan di tengah dan buku-buku disusun secara anggun. Lampu gas juga digunakan untuk pertama kalinya dalam lorong yang monumental.

Klosterbibliothek Metten (Perpustakaan Metten Abbey), Jerman

Benedictine Abbey di Metten pertama didirikan pada 766, tapi kemudian terhimpit oleh Reformasi, perang, ketegangan sosial, sekularisasi, dan realpolitik.

Semua mencapai puncaknya pada 1803, saat properti gereja, termasuk perpustakaannya, disita dan dilelang.

Namun, di bawah pemerintahan Raja Ludwig I dari Bavaria, gereja ini dibuka kembali dan perpustakaan baru pun dididirikan; lokasi ini kemudian kembali menjadi sumber pengetahuan dan pendidikan.

Saat biara dipimpin oleh Abbot Mrkl, tempat ini kemudian berubah menjadi istana prelat (uskup atau pejabat gereja lain), sesuai dengan tingkat prestise yang dimilikinya.

Salah satu bagian dari ruang penerimaan resmi yang mengesankan adalah perpustakaan, yang memang dirancang sesuai dengan skema teologi yang indah. Hasilnya adalah perpaduan material yang indah, padat, dan penuh permainan.

Pemahatnya, Franz Josef Holzinger, dipesan untuk menciptakan ‘atlantes’ di tiang tengah untuk menahan langit-langit (karena tiang marmer biasa tak cukup).

Adegan kehidupan dalam sosok penting Kristen seperti Thomas Aquinas tergambar di lukisan langit-langit. Salah satu masalah yang mungkin muncul dalam pendekatan Rococo untuk membangun sebuah ‘kuil pengetahuan’ adalah saat kita harus memicingkan mata untuk mencari buku.

Stiftsbibliothek Sankt Gallen (Perpustakaan Saint Gall Abbey), St Gallen, Swiss

Bangunan St Gall Abbey sudah sejak lama menjadi salah satu pusat intelektual paling penting di Eropa Barat dan di dalamnya, terdapat salah satu perpustakaan abad pertengahan terbesar di dunia.

Gereja ini didirikan pada abad ke-7 oleh biarawan Irlandia, Gallus, dan mengikuti Peraturan Santo Benediktus orang suci paling kutu buku, yang menuntut ordonya untuk melakukan kontemplasi yang penuh disiplin akan teks-teks religius selama lebih dari seribu tahun.

Pahatan Yunani di atas pintu masuk perpustakaan menyatakan tempat ini adalah ‘tempat aman bagi jiwa’.

Perpustakaan yang ada sekarang muncul dari renovasi gereja sesuai gaya Barok pada abad 18 oleh arsitek Peter Thumb. Dekorasinya sesuai dengan posisinya sebagai modal budaya yang penting.

Ada hiasan Rococo yang mewah di mana-mana, dan terutama di bagian lapisannya. Lemari buku berukir menutupi dua sisi dinding di dua tingkat, sementara lukisan di langit-langit menampilkan konsili ekumenikal dan Bapa Gereja.

Biara ini masuk dalam daftar Warisan Budaya Dunia Unesco pada 1983.

Stiftsbibliothek Admont (Perpustakaan Admont Abbey), Austria

Terlepas apapun yang Anda pikirkan soal agama, jelas bahwa biara dan perpustakaannya adalah batere yang menjaga lampu peradaban Barat tetap menyala.

Perpustakaan Admont Abbey adalah salah satu sumber terpenting dari penyimpanan energi budaya itu selama hampir satu milenium. Ini adalah perpustakaan biara terbesar di dunia dan mungkin yang paling mewah.

Komunitas Benedictine di Admont sudah ada sejak tahun 1074. Mereka telah mengumpulkan buku sejak saat itu.

Kini biara itu menyimpan sekitar 1.400 manuskrip berharga, lebih dari separuhnya berasal dari abad pertengahan dan yang paling tua berasal dari abad ke-8.

Perpustakaan ini meniru Perpustakaan Kerajaan di Wina, yang juga dirancang oleh arsitek yang sama, yaitu Josef Hueber dan sudah diakui sebagai sebuah karya penting.

Interior barok di perpustakaan sepanjang 70 meter ini juga terdiri dari tujuh atap melengkung dan terpisah oleh atap melengkung besar di langit-langit di mana terdapat fresco atau lukisan ‘Divine Wisdom’ dari seniman Altomonte.

Ruang-ruang ini juga dihiasi dengan patung yang impresif karya Josef Stammel, yang bekerja bersama Admont selama bertahun-tahun.

Buku-buku disusun sesuai subjek, di bawah lukisan fresco dengan tema sama, sesuai dengan ide-ide zaman pencerahan.

Strahovsk Knihovna (Perpustakaan Strahov Monastery), Praha, Republik Cek

Biara Premonstratensian yang didirikan pada tahun 1143 tetap bertahan meski pernah mengalami kebakaran, perang, dan penjarahan.

Untungnya lubang-lubang yang muncul di koleksinya bisa tergantikan oleh bertahun-tahun akuisisi dan perolehan buku-buku baru.

Perpustakaan ini menjadi rumah bagi berbagai koleksi buku religius, termasuk Strahov Evangeliary dari abad ke-9 yang ditempeli batu berharga di jilidnya. Namun ada juga banyak koleksi buku lainnya.

Dalam rancangannya, gedung perpustakaan ini punya dua aula besar yang monumental.

Aula Teologi dipesan oleh Kepala Biara Strahov pada 1671. Dari lapisan dinding, lukisan dan banyak tulisan yang mengilustrasikan prinsip-prinsip keyakinan, pembelajaran, pengetahuan, dan providensi ilahi, aula ini mengikuti tradisi Barok Bohemia.

Jilid-jilid buku yang semua berwarna putih membuat aula ini terasa rapi dan nyaman.

Aula Filosofi (yang ada dalam foto) dibangun sejak tahun 1783 dan lebih bergaya neoklasikal.

Ruangan ini ditandai dengan lemari buku kayu walnut yang diselamatkan dari biara Louka, Moravia yang hancur. Setelah perebutan kekuasaan oleh komunis, biara ini kemudian diambilalih oleh pemerintah Cekoslowakia pada 1950 untuk menjadi bagian Museum Sastra Cek.

Namun setelah kejatuhan komunisme, koleksi-koleksi ini dikembalikan ke Premonstratensian yang sampai sekarang masih bekerja untuk memperbaiki pengabaian yang terjadi selama beberapa dekade.

Perpustakaan Trinity College, Dublin, Irlandia

Jika sampai sekarang Anda masih menutup mata, sekarang Anda bisa membukanya, karena Long Room di Perpustakaan Trinity College memiliki hiasan yang sederhana serta punya simetri gaya Pencerahan yang menenangkan mata.

Ratu Elizabeth I mendirikan Trinity College pada 1592 sebagai pusat pembelajaran Protestan. Idenya adalah melepaskan diri dari tradisi pembelajaran monastik serta menetapkan kerangka baru dalam Universitas Dublin.

Perpustakaan pertama universitas ini kemudian tak lagi cukup, maka dibangunlah gedung kedua yang dirancang oleh Thomas Burgh.

Disebut dengan istilah Old Library, pembangunan gedung tersebut dimulai pada 1712 dan selesai pada 1732.

Salah satu ruangannya yang spektakuler termasuk ruang tengah sepanjang 65 meter yang dikenal dengan Long Room: atap datar asli perpustakaan ini kemudian ditinggikan dan diganti dengan atap barel oak yang sampai sekarang dipakai.

Lemari oak Long Room menyimpan 200 ribu buku berharga universitas tersebut. Dua tokoh intelektual yang patungnya disimpan di sini, Oscar Wilde dan Samuel Beckett, pernah menggunakan perpustakaan ini.

Namun tidak ada tokoh intelektual perempuan yang sosoknya dikenang dalam Long Room.

Harta bernilai perpustakaan ini termasuk karya besar seperti Book of Durrow (ditulis sekitar tahun 650-700) dan Book of Kells (dibuat tahun 800).

Versi asli tulisan ini dalam bahasa Inggris bisa Anda baca di Libraries: where the world’s memory is stored di laman BBC Culture


(bag/bag)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

https://news.detik.com/bbc-world/d-4149205/inilah-perpustakaan-perpustakaan-terindah-di-dunia
® Selamat datang ke Saluran. Berita Terkini/ Maklumat yang dikemukakan di sini diambil dari sumber yang boleh dipertanggungjawabkan
KOMEN ANDA