Update 16:13 date 20/07/2018
BERITA | 07 Jul, 2018 | 10:54

KLHK Ajak Masyarakat Dukung Konservasi Alam Lewat Ekowisata

Foto: Dok. KLHK Yogyakarta – Mengamati tren pariwisata masa kini, minat wisatawan tidak lagi hanya tertuju pada wisata umum (mass-produced holiday), perlahan tapi pasti tren wisata beralih pada wisata alam/ekowisata (adventure holiday). Tentunya hal ini dapat dimanfaatkan sebagai ajang edukasi kepada wisatawan, tentang pentingnya perlindungan dan penghargaan terhadap alam, serta budaya Indonesia. Oleh karena itulah, […]

KLHK Ajak Masyarakat Dukung Konservasi Alam Lewat EkowisataFoto: Dok. KLHK

Yogyakarta – Mengamati tren pariwisata masa kini, minat wisatawan tidak lagi hanya tertuju pada wisata umum (mass-produced holiday), perlahan tapi pasti tren wisata beralih pada wisata alam/ekowisata (adventure holiday). Tentunya hal ini dapat dimanfaatkan sebagai ajang edukasi kepada wisatawan, tentang pentingnya perlindungan dan penghargaan terhadap alam, serta budaya Indonesia.

Oleh karena itulah, Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK), menyelenggarakan Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam (FTN TWA) setiap tahunnya, untuk mempromosikan TN dan TWA sebagai lokasi wisata alam yang tidak kalah menarik dengan lokasi wisata pada umumnya, sekaligus mengajak wisatawan untuk turut menjaga kawasan konservasi.

“Wisata alam adalah wisata minat khusus, wisata tidak merusak alam. Melalui FTN TWA ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal TN dan TWA di Indonesia, dan tertarik untuk memanfaatkannya sebagai sarana wisata yang penuh nilai-nilai positif,” tutur Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK, Wiratno saat pembukaan FTN TWA di Yogyakarta seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/7/2018).

“Sekaligus berperan serta dalam melestarikan, dan menjaganya dengan aktivitas-aktivitas konservasi pada saat berwisata,” tambahnya.

KLHK juga meluncurkan produk layanan wisata alam di kawasan konservasi, yaitu aplikasi android ‘Wisata Alam Indonesia’, jingle ‘Ayo Ke Taman Nasional’, serta aplikasi tiket elektronik wisata konservasi.

“Informasi Taman Nasional seluruh Indonesia ada di ujung jari, karena sudah ada aplikasi Wisata Alam Indonesia yang bisa diakses melalui gawai”, lanjut Wiratno.

Sementara itu, mewakili Gubernur DI Yogyakarta, Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi DI Yogyakarta, Tri Mulyono, menyambut baik penyelenggaran FTN TWA ini. Disampaikannya, pengelolaan sumber daya alam yang baik, akan mendukung kesinambungan pembangunan saat ini dan yang akan datang.

“Keberlanjutan menjadi sangat penting, dan mengacu kepada aturan konservasi sumber daya alam. FTN TWA sangat strategis dalam mempromosikan kekayaan sumber daya alam Indonesia kepada masyarakat dan pelaku usaha, serta menjadi sarana untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam, dalam rangka mensejahterakan masyarakat, khususnya yang berada di sekitar kawasan hutan”, jelas Tri.

Bertempat di Pelataran Siwa Mandala Candi Prambanan Yogyakarta, FTN TWA Indonesia Tahun 2018, akan berlangsung dari tanggal 6 sampai 8 Juli 2018. Festival ini diikuti oleh 35 Taman Nasional dan 12 Balai Besar/Balai Konservasi Sumber Daya Alam di seluruh Indonesia, Dinas Pariwisata, Pemegang Ijin Usaha Sarana Wisata Alam, LSM pemerhati Hutan dan Lingkungan, biro perjalanan wisata, serta komunitas peduli lingkungan.

Selain pameran potensi TN dan TWA, agenda FTN TWA juga dimeriahkan dengan Festival Film Pendek TN dan TWA, Festival Fotografi TN dan TWA, Gelar Potensi Peluang Investasi, dan Temu Bisnis TN dan TWA, Festival Budaya, National Park Travel Fair, kunjungan ke TN dan TWA, Marathon Mountain Bike, pameran produk kerajinan tangan rakyat/industri kecil, serta pameran perlengkapan traveling dan outing.

Bersamaan dengan pembukaan FTN TWA ini, juga diumumkan juara lomba Video Pendek Konservasi Sumber Daya Alam yang diikuti oleh UPT Ditjen KSDAE. Pemenang lomba video tersebut secara berurutan dari juara pertama hingga ketiga yaitu diraih Balai Besar TN Teluk Cendrawasih.

Kemudian Balai TN Gunung Ciremai, Balai TN Manupeu Tanadaru Laiwangi Wanggameti, serta juara harapan pertama dan kedua, diraih Balai TN Kayan Mentarang, dan Balai KSDA Sulawesi Utara (TWA Batu Putih).
(idr/mpr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

https://news.detik.com/berita/d-4103386/klhk-ajak-masyarakat-dukung-konservasi-alam-lewat-ekowisata
® Selamat datang ke Saluran. Berita Terkini/ Maklumat yang dikemukakan di sini diambil dari sumber yang boleh dipertanggungjawabkan
Tag Berkaitan:
KOMEN ANDA