LayanganLayangan rupanya sudah menjadi barang langka lagi, khususnya di Jakarta. Ini karena perkembangan teknologi, dimana anak-anak lebih suka bermain PlayStation (PS) daripada bermain layang-layang.

“Sekarang susah benar lihat orang main layangan di Jakarta. Kalau lagi musim ada juga yang main, tapi segelintir,” kata Sigit, warga Manggarai, Jakarta Selatan kepada detikcom.

“Sekarang paling di Monas, itupun kalau ada lomba,” jelasnya.

Banyak faktor yang menyebabkan layangan makin jarang terlihat di langit-langit Jakarta, mulai dari tanah kosong yang tergusur oleh bangunan, kabel listrik yang malang melintang di langit, dan lalu lintas yang makin ramai yang berbahaya jika anak-anak mengejar layangan yang putus. Namun faktor utama adalah adanya Playstation.

“Dua yang mengubah itu, komputer dan Playstation (PS). Anak-anak sekarang lebih kerajingan main PS atau game di komputer. Padahal, lebih sehat main layangan,” pungkasnya.

Ingatkah Anda akan lagu layang-layang?

“Kuambil buluh sebatang. Kupotong sama panjang. Kuraut dan kupintal dengan benang. Kujadikan layang-layang. Berlari.. Bermain.. Bermain layang-layang, Bermain kubawa ke tanah lapang. Hati gembira dan senang…”.

Mari budayakan layang-layang kembali.

Berita terkait:

February 23rd, 2010 | Tags: layangan, playstation

Komentar untuk Layangan Hilang di Jakarta, Dikalahkan PlayStation

No comments yet.