Update 14:20 date 20/09/2018
BERITA | 10 Jul, 2018 | 04:22

Menanti Pilihan Mega sang King Maker untuk Pendamping Jokowi

Foto: Infografis: Kiagoos Auliansyah/detikcom Jakarta – Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari sejak Februari 2018 lalu menyebut bahwa peta politik calon presiden dan wakil presiden 2019 akan dipengaruhi oleh tiga king maker. Mereka bertiga adalah: Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Megawati layak disebut sebagai […]

Menanti Pilihan Mega sang King Maker untuk Pendamping JokowiFoto: Infografis: Kiagoos Auliansyah/detikcom

Jakarta – Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari sejak Februari 2018 lalu menyebut bahwa peta politik calon presiden dan wakil presiden 2019 akan dipengaruhi oleh tiga king maker. Mereka bertiga adalah: Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Megawati layak disebut sebagai king maker lantaran memimpin PDIP, partai dengan 109 (19 persen) kursi di DPR RI. Partai ini hanya butuh menggandeng sebuah partai kecil pemilik kursi di DPR RI untuk mengusung pasangan sendiri.

Lantas seperti apa manuver Megawati sang King Maker?

Dalam catatan detikcom, selama separuh tahun 2018 sejak Februari hingg Juli ini Megawati telah menggelar 3 kali pertemuan khusus dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat.

Pertemuan pertama digelar pada Selasa malam, 20 Februari 2018. Mereka menggelar pertemuan tertutup di Istana Batu Tulis sambil bersantap malam dengan menu nasi jambal dan sate ayam, gurami bakar dan ayam bakar balado.

Tonton juga ‘Bertemu Mahathir, Megawati Tanya Resep Pemenangan Pilpres’:

[Gambas:Video 20detik]

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan selama kurang lebih 2 jam pertemuan, Jokowi dan Mega berdiskusi terkait persoalan bangsa dan negara. Tiga hari setelah pertemuan di Batu Tulis, PDIP resmi mendeklarasikan penetapan Jokowi sebagai calon presiden yang mereka usung.

Ketua Umum PDIP Megawati mengumumkan langsung penetapan itu saat pembukaan di Rakernas III partai itu, di Grand Inna Beach Hotel, Bali, 23 Februari 2018. “Dengan ini saya nyatakan, calon presiden dari PDI Perjuangan, Joko Widodo,” kata Megawati dengan suara memekik.

Empat bulan kemudian, Jokowi dan Mega kembali bertemu di Istana Batu Tulis. Tepatnya pada Selasa 12 Juni 2018 atau 3 hari menjelang hari raya Idul Fitri.

Pada pertemuan tersebut Megawati menjamu Jokowi dengan menu es kelapa untuk menu buka puasa dan sebuah buku tentang Keislaman Bung Karno. Berbeda dengan pertemuan sebelumnya, kali ini menurut Hasto, Jokowi dan Mega membahas soal sosok calon wakil presiden 2019.

Soal sosok cawapres, Megawati memberikan masukan agar segala sesuatunya dilakukan dengan pertimbangan matang, dan terus melakukan kontemplasi agar benar-benar memahami aspirasi rakyat Indonesia. Tentu saja dengan tidak lupa sambil memohon petunjuk dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Presiden dan wakil presiden itu merupakan pemimpin rakyat, pemimpin bangsa dan negara. Semua harus dipersiapkan dengan matang, dengan pertimbangan nurani yang jernih. Siapapun yang ditetapkan sebagai Cawapres ke depan, maka Pak Jokowi dan calon wakilnya merupakan satu kesatuan. Momentumnya dilakukan pada saat yang tepat”, kata Megawati dalam pertemuan itu sepert disampaikan Hasto.

Sebulan kemudian, persisnya Minggu malam (8/7/2018) Megawati dan Jokowi kembali menggelar pertemuan di Istana Batu Tulis.
Kali ini keduanya kembali membahas soal cawapres yang akan diusung.

Megawati mengatakan nama cawapres Jokowi sudah mengerucut dan tinggal menunggu waktu untuk diumumkan. “Pengumuman dilakukan pada momentum tepat, dan dalam cuaca yang cerah, secerah ketika matahari terbit dari timur. Jadi tunggu saja dan sabar,” ujar Megawati dalam keterangan tertulis yang disampaikan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Senin (9/7/2018).

Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari mengatakan dalam waktu dekat akan dilakukan roadshow ke partai koalisi pendukung. “Kayaknya Pak Jokowi lagi roadshow ke koalisi-koalisi, positioning. Mulai Bu Mega, abis ini mungkin ngajak ketemu Golkar,” kata Eva.

Hingga saat ini belum diumumkan, siapa calon pendamping Jokowi pilihan Megawati yang disebut Qodari sebagai King Maker 2019.

Menanti Pilihan Mega sang King Maker untuk Pendamping JokowiFoto: Infografis: Kiagoos Auliansyah/detikcom
Menanti Pilihan Mega sang King Maker untuk Pendamping Jokowi

(erd/van)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

https://news.detik.com/berita/d-4106889/menanti-pilihan-mega-sang-king-maker-untuk-pendamping-jokowi
® Selamat datang ke Saluran. Berita Terkini/ Maklumat yang dikemukakan di sini diambil dari sumber yang boleh dipertanggungjawabkan
KOMEN ANDA