Update 11:08 date 22/09/2018
BERITA | 14 Sep, 2018 | 13:14

PDIP Tuding Usul Debat Capres Bahasa Inggris Pengalihan Isu

Foto: Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (Ari Saputra/detikcom). Jakarta – Koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengusulkan debat capres dan cawapres Pilpres 2019 menggunakan bahasa Inggris. PDIP mempertanyakan nasionalisme koalisi Prabowo-Sandiaga. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, seharusnya nasionalisme dijadikan sebagai prinsip dari tim kampanye. Ambisi kekuasaan harus dikesampingkan. “Seluruh tim kampanye seharusnya menempatkan rasa cinta tanah air, kebanggaan […]

PDIP Tuding Usul Debat Capres Bahasa Inggris Pengalihan IsuFoto: Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (Ari Saputra/detikcom).

Jakarta – Koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengusulkan debat capres dan cawapres Pilpres 2019 menggunakan bahasa Inggris. PDIP mempertanyakan nasionalisme koalisi Prabowo-Sandiaga.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, seharusnya nasionalisme dijadikan sebagai prinsip dari tim kampanye. Ambisi kekuasaan harus dikesampingkan.

“Seluruh tim kampanye seharusnya menempatkan rasa cinta tanah air, kebanggaan terhadap jati diri dan kebudayaan bangsa, serta sejarah kemerdekaan bangsa sebagai hal prinsip yang tidak boleh dikalahkan hanya oleh ambisi kekuasaaan,” ujar Hasto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (14/9/2018).

Selain itu, menurut Hasto, usulan debat capres menggunakan bahasa Inggris tak sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda dan kebangkitan nasional. Padahal, semangat tersebut yang selama ini menyatukan persatuan bangsa.

“Usulan tim kampanye Prabowo-Sandi tersebut kontraproduktif dengan semangat Sumpah Pemuda” katanya.

“Bagaimana mungkin semangat menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia, kini direduksi sebagai sekedar keterampilan berbahasa asing?” imbuh Hasto.

Hasto pun menuding ada motif lain di balik usul tersebut. Salah satunya untuk mengalihkan isu ada konsultan asing di belakang tim kampanye Prabowo-Sandiaga.

“Apakah ini karena isu yang beredar bahwa Tim Kampanye Prabowo-Sandi diback-up oleh konsultan asing?” ujarnya.

Di sisi lain, Hasto juga menjelaskan bahwa debat capres merupakan bagian dari kegiatan kenegaraan. Kegiatan kenegaraan diwajibkan menggunakan bahasa Indonesia.

“Jadi usulan ini jelas melanggar Undang-undang No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Jadi kita mempertanyakan usul yang jelas jauh dari memperkuat semangat kebangsaan di tengah era globalisasi saat ini,” kata Hasto.

Sementara itu, politikus PDIP Aria Bima menyebut pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin tak takut dengan tantangan debat bahasa Inggris. Bahkan menurutnya, Jokowi-Ma’ruf mampu memaparkan visi misi lebih dari satu jam. Ia juga meyindir Partai Demokrat yang tak mengusulkan hal yang sama saat sang ketum, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maju sebagai capres.

“Kenapa nggak dua jam sekalian gitu loh, kenapa gak empat jam sekalian?. Satu jamnya dari mana gitu loh dan kenapa Pak Hinca (Sekjen PD Hinca Pandjaitan) saat Pak SBY kampanye dulu nggak mengusulkan?” ujar Aria Bima di Posko Cemara, Menteng, Jakpus, Jumat (14/9).

Direktur Perencanaan Timses Jokowi-Ma’ruf itu menyebut Jokowi-Ma’ruf tidak keberatan dengan berbicara memaparkan visi misi selama satu jam. Hal tersebut lantaran program dan pencapaian Jokowi di periode pertama bisa dipaparkan dalam waktu yang panjang.

“Kalau Pak Jokowi empat jam nggak selesai loh, saya malah ragu dari calon sebelah mau apa yang dipaparkan karena kita dari visi bahkan dari ideologi, visi misi, kebijakan, program, kegiatan lengkap. Jadi saya tidak keberatan tantangan satu jam itu,” tutur Aria.

Sebelumnya, koalisi Prabowo-Sandiaga mengusulkan format debat capres dan cawapres Pilpres 2019 menggunakan bahasa Inggris. Ketua DPP PAN Yandri Susanto mengatakan, usulan itu bisa menjadi pertimbangan KPU.

Koalisi Jokowi-Ma’ruf pun kemudian menanggapi usulan itu. Pihak Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengusulkan debat juga memakai bahasa Arab dan baca Alquran.

Sementara, bakal cawapres KH Ma’ruf Amin menerima tawaran koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno soal format debat capres 2019 menggunakan bahasa Inggris. Syaratnya, KPU menyetujui hal itu.

“Ya bagus sekali kalau itu bisa, ya kalau ada, ya. Tetapi terserah KPU, kalau KPU mau mengadakan, ya tidak ada masalah. Saya siap saja,” ujar Ma’ruf Amin kepada wartawan setelah bersilahturahmi dengan Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jambi, Jalan Arief Rahman, Telanaipura, Kota Jambi, Jumat (14/9/2018).
(mae/elz)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

https://news.detik.com/berita/d-4212353/pdip-tuding-usul-debat-capres-bahasa-inggris-pengalihan-isu
® Selamat datang ke Saluran. Berita Terkini/ Maklumat yang dikemukakan di sini diambil dari sumber yang boleh dipertanggungjawabkan
KOMEN ANDA