Update 21:38 date 15/08/2018
BERITA | 30 Jul, 2018 | 06:50

TNI-Polri Antisipasi Terorisme Saat Asian Games 2018

Kapolri Jenderal Tito Karnavian/Foto: Lamhot Aritonang Jakarta – TNI dan Polri menjadikan terorisme sebagai isu utama pengamanan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Namun, menurut Kapolri Jenderal Tito Karnavian pihaknya sudah lakukan antisipasi sebelum Asian Games dimulai. “Kita waspadai aksi terorisme. Pascabom Surabaya, kita tangkap 242 orang. 21 diantaranya, terpaksa di tembak karena melawan, […]

TNI-Polri Antisipasi Terorisme Saat Asian Games 2018Kapolri Jenderal Tito Karnavian/Foto: Lamhot Aritonang

Jakarta – TNI dan Polri menjadikan terorisme sebagai isu utama pengamanan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Namun, menurut Kapolri Jenderal Tito Karnavian pihaknya sudah lakukan antisipasi sebelum Asian Games dimulai.

“Kita waspadai aksi terorisme. Pascabom Surabaya, kita tangkap 242 orang. 21 diantaranya, terpaksa di tembak karena melawan, dengan ada barang bukti. Operasi akan terus berlanjut,” kata Tito kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, usai rapat pengamanan Asian Games 2018, Jakarta, Senin (30/7/2018).

Tito menyampaikan, pihaknya tidak bisa menyampaikan perkembangan terorisme saat Asian Games. Atau, berapa banyak sel-sel yang masih beroperasi dan menjadi sasaran.

“Itu data rahasia. Kita terus bergetak, lakukan pemetaan, kita tangkap dengan UU Terorisme yang baru. Dengan UU baru, kita dapat kemudahan,” ucap Tito.

Selain terorisme, Kapolri memberi perhatian kepada kejahatan jalanan seperti copet, begal, dan lainnya. Untuk masalah ini, sudah dilakukan operasi yang berhasil menangkap banyak pelaku kejahatan.

“Ditangkap habis sekitar 2.000. Ditahan sekitar 700. Sebagian besar sudah dipetakan. Mereka ditekan selama dua bulan lebih. Di Jakarta sendiri, ada 15 orang tertembak mati,” kata Tito.

“Melawan waktu penangkapan, jangan ragu-ragu. Selesaikan (tembak) kalau membahayakan,” sambung Tito.

Untuk pengamanan di lokasi pertandingan Asian Games, polisi akan melihat situasi dan kondisi. Semakin mengundang massa, tingkat pengamanan akan semakin ketat.

“Kita akan lakukan pengamanan ketat di upacara pembukaan dan penutupan dan vienue yang banyak peminat seperti sepak bola, kita lakukan ring 1, 2, 3. Tapi fleksibel tergantung jenis olahraga dan pengunjung,” kata Tito.
(aik/rvk)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

https://news.detik.com/berita/d-4140554/tni-polri-antisipasi-terorisme-saat-asian-games-2018
® Selamat datang ke Saluran. Berita Terkini/ Maklumat yang dikemukakan di sini diambil dari sumber yang boleh dipertanggungjawabkan
KOMEN ANDA